5 Hal yang Terbukti Merusak Sperma

Ada banyak hal yang menyebabkan konsepsi pasangan sulit terkait dengan sperma suami, termasuk rendahnya kualitas sperma. Pada 1 dari 10 pasangan steril, diperkirakan hingga 30% dari faktor penyebabnya adalah karena sperma. Selain faktor bawaan, ada kemungkinan bahwa ini disebabkan oleh hal-hal yang merusak sperma.

Meskipun pria menghasilkan jutaan sperma sehari (dibandingkan dengan wanita yang melepaskan 300-400 sel telur selama masa hidup mereka), faktor-faktor eksternal seperti suhu bisa sangat mempengaruhi kesehatan sperma. Dan karena sel sperma membutuhkan waktu sekitar 75 hari untuk tumbuh menjadi dewasa, kualitas sperma yang buruk dapat mempengaruhi kesuburan.

5 Hal yang Terbukti Merusak Sperma

Berikut adalah 10 faktor mengejutkan yang dapat mengurangi kualitas sperma:

terlalu panas

Testis manusia tidak dapat berfungsi dengan baik jika mereka tidak lebih dingin dari bagian tubuh lainnya. Untungnya, anatomi pria dirancang untuk membuat jarak antara testis dan suhu tubuh bagian dalam. Jika suhu testis naik hingga 37 ° C, produksi sperma dihentikan. Beberapa situasi sehari-hari yang memungkinkan testis terkena panas berlebihan adalah ketika Anda membenamkan diri dalam air panas, bekerja dengan laptop di pangkuan Anda, mengenakan celana ketat atau duduk terlalu lama di tempat yang hangat seperti mengendarai bus atau truk.

varikokel

Hampir 15% pria memiliki varikokel, atau pembuluh darah yang membesar di skrotum, biasanya terletak di sebelah kiri testis. Ketika seorang pria memiliki jumlah sperma yang rendah, dokter mungkin merekomendasikan untuk memperbaiki varises, sebuah prosedur yang meningkatkan pembesaran pembuluh darah di skrotum melalui pembedahan atau melalui embolisasi perkutan (prosedur non-bedah yang menggunakan kateter).

Meskipun tidak jelas, varikokel dapat mengganggu produksi sperma dengan mengganggu aliran darah, menghangatkan skrotum atau menyebabkan darah kembali ke pembuluh darah yang memasok testis. Meskipun ada sedikit bukti bahwa kesuburan membaik setelah embolisasi varises, beberapa dokter percaya bahwa operasi ini dapat meningkatkan kualitas sperma.

kegemukan

Kelebihan berat badan tidak hanya mengganggu kesuburan wanita, tetapi juga dapat mengurangi jumlah sperma dan menyebabkan disfungsi seksual pada pria. Menurut sebuah studi tahun 2009 yang dilakukan oleh WHO, pria yang awalnya subur tetapi kemudian kelebihan berat badan telah terbukti secara drastis mengurangi fungsi testis dan secara signifikan mengurangi jumlah sperma.

Namun, meskipun obesitas dapat mengurangi jumlah sperma, ini tidak akan membuat pria menjadi steril kecuali jika ia menderita obesitas, yang kelebihan berat badan ekstrem.

Alkohol, narkoba dan rokok

Tembakau, alkohol, dan ganja dapat merusak fungsi seksual. Penyalahgunaan alkohol berdampak buruk pada kualitas dan produksi sperma, sementara merokok mengganggu pergerakan / pergerakan sperma.

Selain memperlambat pelepasan sperma, penelitian lain menunjukkan bahwa merokok dapat merusak DNA sperma dan meningkatkan risiko impotensi. Selain itu, ganja tidak baik karena telah terbukti mengurangi jumlah sperma, fungsi sperma dan kesuburan pria secara keseluruhan.

Masalah lain yang memengaruhi sperma

Kondisi fisik dan psikologis yang berbeda juga dapat mempengaruhi sperma secara negatif, termasuk:

Stres emosional. Stres dapat mengganggu hormon yang memengaruhi kesuburan.
Kelainan genetik Kelainan kromosom dapat menyebabkan produksi sperma menurun atau terganggu. Sebagai contoh, suatu bentuk kista fibrosis dapat menyebabkan vas deferens tidak terbentuk.
Faktor merugikan lainnya. Antibodi sperma, ketidakseimbangan hormon, kanker testis, testis yang tidak diinginkan dan masalah seksual juga dapat mempengaruhi sperma.

Baca Juga :