Makanan Pengganti Mie

Mie Shirataki adalah pilihan yang baik untuk menggantikan mie instan. Mie masih dicintai oleh para aktivis untuk gaya hidup sehat, karena mengandung sedikit karbohidrat dan bebas gluten.

Ingin tahu mengapa Anda harus beralih dari mie instan ke mie shirataki? Ketahui jawabannya di bawah ini.

Mie Shirataki mengandung serat
Ketika perut kosong, kebanyakan orang bisa makan mie instan. Rasanya tidak hanya mudah didapat, tetapi juga lezat. Mie instan sedang mengandung tepung, garam dan minyak kelapa. Belum lagi fakta bahwa mie instan mengandung banyak natrium.

Makanan Pengganti Mie

Namun, kehadiran shirataki adalah alternatif yang sehat untuk pecinta pasta.

Mie Shirataki dibuat dengan Amorphophallus konjac atau umbi Konnyaku. Umbi ini dikeringkan dan kemudian ditumbuk menjadi tepung.

Di Asia, hasil tepung konnyaku ini digunakan untuk menyiapkan mie, tahu, makanan ringan dan obat-obatan tradisional Tiongkok.

Mie Shirataki hampir tidak mengandung kalori, karbohidrat, lemak, gula, dan protein. Bahkan, mengandung air 97% dan serat larut 3% yang disebut glukomanan.

Menurut sebuah penelitian oleh Journal of American College of Nutrition, serat glukomanan dapat menghaluskan sistem pencernaan dan menyehatkan usus orang dengan sembelit.

Karena itu, konsumsi makanan sehat tidak lagi lapar.

Kolesterol rendah dan mendukung penurunan berat badan
Tidak lagi takut makan mie dengan risiko peningkatan kolesterol. Alasannya adalah karena glukomanan dalam mie shirataki memiliki efek yang baik pada kolesterol.

Glukomanan dapat menurunkan kolesterol total dan trigliserida, menurut penelitian oleh American Journal of Clinical Nutrition. Studi ini juga menyatakan bahwa glukomanan mendukung penurunan berat badan.

Dapat dikatakan bahwa mie shirataki dapat dimasukkan dalam diet sehat karena konsisten dengan manfaat ini.

Selain itu, mie sehat ini juga berkontribusi pada pembentukan asam lemak rantai pendek dalam tubuh. Komponen ini merangsang pelepasan hormon leptin, yang mengatur rasa kenyang Anda.

Asupan glukomanan juga membantu menekan hormon ghrelin. Hormon ini mengatur rasa lapar. Jika Anda mengkonsumsi mie shirataki ini, Anda akan merasa lebih kenyang lebih lama karena reaksi pelepasan hormon leptin dan pengurangan ghrelin.

Perasaan kenyang muncul karena glukomanan memiliki sifat serat larut. Ketika serat memasuki tubuh, ia berubah bentuk menjadi gel. Bentuk gel glukomanan membuat Anda merasa kenyang lebih lama setelah makan.

Alasan untuk mengganti mie instan
Meskipun rasanya enak, mie instan memiliki sedikit serat dan protein dibandingkan dengan mie shirataki.

Karbohidrat dalam mie instan umumnya tinggi. Misalnya, produk ramen mengandung 27 gram karbohidrat, 7 gram total lemak, 3 gram lemak jenuh dan bahan-bahan lainnya.

Juga, rempah-rempah yang mengandung banyak natrium dalam MSG. Dalam satu porsi mie instan mengandung 861 mg sodium. Belum lagi fakta bahwa ramuannya berlipat ganda ketika mie instan dikonsumsi terlalu banyak.

Satu studi menemukan bahwa makan mie instan dua kali seminggu dapat meningkatkan risiko sindrom metabolik, terutama pada wanita. Juga dilaporkan bahwa konsumsi mie instan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas dan penyakit jantung.

Sementara itu, kandungan natrium yang tinggi dalam mi instan juga membantu meningkatkan risiko hipertensi. Mempertimbangkan kedua risiko tersebut, tidak ada salahnya untuk beralih ke mie shirataki.

Mie Shirataki dapat mengubah gaya hidup Anda menjadi lebih sehat. Makanan ini tidak hanya mengisi tetapi juga sehat.

Seperti yang telah disebutkan, serat utama adalah kandungan glukomanan. Tidak seperti mie instan, mie shirataki mendukung penurunan berat badan dan sistem pencernaan yang teratur.

Mempertimbangkan perbandingan, manfaat dan penjelasan di atas, Anda masih dapat menikmati mie dengan cara yang sehat.

Baca juga: